Postingan

Kuliah, dan Pers Mahasiswa

Disela sibuk nugas, semangat belajar nulis, dan semangat nyastra. Setelah sekian lama, akhirnya menyempatkan kembali menyapa blog pribadi yang readernya masih segitu-segitu aja. Melewati dua semester di Universitas Negeri Semarang (Unnes), sebagai mahasiswa sastra Indonesia, dan juga pers mahasiswa (Persma) ternyata gak seberat itu kok. Di awal, aku kira akan sulit membagi waktu. Yah masalah waktu, beruntungnya aku bisa mengatur dengan baik. Menghilangkan beban tugas kuliah dan kejaran deadline dengan guya-guyu sebentar sudah cukup, tanpa ikut menyesap rokok.
Sialnya, hasrat dan obsesi ku terlalu besar di Persma. Dulu, ketika semester satu aku masih semangat menggagas karya sastra jaman dahulu, baca-baca puisi dan novel fiksi, semangat kuliah khas mahasiswa baru juga masih tercium menyengat. Agaknya, jurnalisme sudah mulai meracuni sebagian otakku. Nikmat sekali rasanya setelah selasai liputan, dan berhasil menulis berita. Mengebiri kata-kata, dan membuka fakta.
Baru sebentar rasan…

Sepak Bola telah Mati

Sepak bola adalah permainan mendunia, siapa yang tidak suka dengan sepak bola ? entah laki-laki atau perempuan, kaya-miskin, tua-muda, tukang becak atau pejabat. Menurut Darmanto Simaepa dalam bukunya “Tamasya Bola” sejarah sepakbola di Indonesia diwarnai dengan paradox dan ambivalensi, gairah terhadap sepakbola nyaris seperti birahi. Orang-orang rela membeli tiket calo seharga tiga kali lipat lebih mahal. Pemain sepakbola dipuja melebihi nabi-nabi dalam agama. Orang-orang bisa mengamuk, merusak pagar, dan membakar stadion ketika harapan tidak jadi kenyataan.
Kita dapat mengingat kembali kejadian tahun 2015 ketika pertandingan antara Persebaya Surabaya dengan Arema Malang yang disebut-sebut “El Classico Indonesia” memanas dan merembet ke suporter yang akhirnya menewaskan salah satu suporter Arema. Atau ketikalaga antara Persebaya dan Persela Lamongan 10 Maret 2012 berujung pada sebuah tragedi kematian lima orang suporter Persebaya.
Sebaliknya, jutaan rakyat bisa merasa sebagai bangsa …

Apa Dosa Seorang Jomblo ?

Gambar
Jomblo, identik dengan pilihan seseorang untuk menyendiri dari hubungan asmara dengan lawan jenis. Jomblo identik pula dengan hujan di malam minggu, yang konon ketika hujan turun di malam minggu adalah doa seorang jomblo yang mengutuk pasangan bermesraan sementara ia kesepian di malam itu. Jomblo khas dengan rasa kesepian, sok jual mahal atau menaruh target tinggi pada lawan jenis. Jomblo bisa jadi sebuah pilihan ataupun nasib (karena tidak laku ? eh).


Bicara soal jomblo, pembaca ingatkah debat cagub DKI 2017 putaran  pertama ? ingatkah siapa moderator pada acara debat itu? Yap! Ira Koesno,  karena jomblo, ira sempat menjadi bahan gunijingan di media sosial. Duh ! apa sih dosa seorang jomblo?
Fenomena jomblo menjadi bahan perundungan (bullying) ini sudah terjadi sejak lama, anak remaja pada umumnya merasa kurang nyaman ketika tidak memiliki kekasih, kemudian muncul lah drama romansa picisan seperti sinetron yang tak kunjung selesai juga. Biasanya, ketika drama ini berlangsung yang meras…

Terimakasih Perokok

Aku tidak perlu tahu, tentang hijau yang menghijau diantara padang rumput nan hijau. Atau putih yang menjadi abu-abu, ataupun corak lain yang membuat mata ku tak berhenti menatap kebingungan.
Aku selalu tertarik dengan rokok, tapi aku membencinya. Sama seperti aku mencitai hitam tetapi tak ingin melihat hitam itu. Malam itu, kepulan asap rokok yang memenuhi ruangan sepak bola, di gedung  UKM Unnes membuat ku kembali memperhatikan betapa indahnya warna putih pun abu-abu dari asap rokok. Lalu, aku ikut menghirup sisa-sisa dari bau putung rokok yang  sudah mati terkubur abu tubuh nya sendiri di asbak berwarna coklat.
Paru-paru ku malam itu bekerja ekstra sepanjang malam, ketika sudah cukup sesak ia menghirup sisa asap dan memenuhi otak ku maka aku kemudian angkat bicara. Bertahan hidup tujuan ku, karena sungguh terakhir kali ketika aku merasakan sesak nafas hingga terbujur kaku seluruh tubuh rasanya aku memang  akan mati. Seolah nyawa ku saat itu benar-benar terhenti di tenggorokan da…

KULIAH ???

Time flies so fast. Rasanya baru sedetik lalu aku menikmati masa SMA ku, bermanja dengan dunia remaja. Menikmati khawatir kala UN, mengunyah segala macam latihan soal, membabi buta setiap buku, menyisakan lelah di akhir tahun. Ada begitu banyak yang berubah, terlampau banyak. Teman-teman yang beranjak dewasa meninggalkan kenangan masa SMA nya, teman-teman yang mulai berjuang menjayakan financial keluarga mereka, atau teman-teman yang masih ingin bergaul dengan buku dan banyak ilmu lain. Dewasa ini aku belum cukup berani untuk pergi sendiri tanpa teman. Masih dimanja dengan “ojek” semasa SMA, atau masih butuh genggaman tangan seseorang sekedar untuk meringankan rasa khawatir yang tak jua kian pergi. Aku sempat terjatuh sekali, setelah pengumuman hasil UN yang cukup mengejutkan, menahan tangis karena malu. Mengumpat diri sendiri karena tidak berusaha yang lebih baik. Aku gagal di jalur pertama masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), larut dalam kesedihan yang tak lama itu membuat ku ber…

3 Tahun di Klaten

Assalamualaikum 
Khansa mengejar ambisinya ~  setelah lulus dari SMP di salatiga, seperti kalian tahu aku melanjutkan SMK di Klaten. Iya, pergi lagi dari rumah.
Dulu, waktu masih polos aku kemana-mana jalan (iya biasa aja bacanya, emang gabisa naik motor aku mah) sendirian pula dan setiap keluar pasti habis maghrib kalo, pulang sekolah kerjaan cuma main HP sama NB. Udah kaya kalong emang kalo keluar malem mulu. Itu kelas satu, anak kalem yang pendiem dan kurus itu hampir gak pernah makan dan sering bolos sekolah dengan alasan sakit. sempet nangis-nangis lebay minta dipindahin sekolah. Dulu, aku gak ngerti kenapa orang tua ku gak bolehin sekolah di Solo. Dulu juga, setiap pulang seminggu sekali dan bis ngelewatin sekolah idaman suka mau nggembeng gitu (lebay emang). Kelas satu, khansa ini dikenal anak yang kalem,pendiem,mandiri,kurus dan sakit-sakitan. 
Kelas dua, karena gak mau terus berharap bakal dipindahin sama orangtua, khansa harus move on dan mulai mengejar ambisinya. Jadi anak boga…

BERHIJRAH YUK ~

Gambar
Assalamualaikum pembaca :D 

       Udah lama gak posting di blog, sibuk sama kerjaan pkl (sok sibuk)  alhamdulilah udah masuk ramadhan ke berapa ini ? udah semingguan lebih kali ya, udah pada khatam ?? sebenernya pengen posting ini dari dulu cuma suka males kalo habis pulang pkl bawaan nya pengen tidur mulu :D  ini, bahas soal puasa ya, pengen bahas dari awal aja .  Pertama soal padusan nah padusan ini adalah budaya orang jawa yang bertujuan untuk membersihkan diri sebelum ramadhan datang, katanya sih kaya mandi besar gitu dan ada niatnya kalo aku belum pernah nyambut ramdhan dengan padusan, nah dapet pengalaman dari ramadhan tahun ini, menghadapi temen-temen yang rasis -_- jadi dia berpendapat bahwa padusan adalah sunnah rasul dan ada hadist nya, sampai sini nih dia gak bisa membuktikan hadist nya dan aku juga gak tau kalo ternyata ada hadist nya. Tapi,setelah tanya kesana kemari ~ well, padusan bukan sunnah rasul kok tapi tetep sih niatnya baik.   Yang kedua, semua amalan itu dikerjakan…